Rabu, 26 Juni 2013

Kelam

hanya raga yang terlihat...
tanpa canda...
tanpa gelak tawa...
tanpa senyuman...

hanya diam...
seperti bayangan...
mengawasi dengan mata...

tatapan dingin...
penuh benci dan amarah...

kapan semua itu akan sirna...





Selasa, 25 Juni 2013

Renungan Pernikahan


Wahai SUAMI….
renungkanlah

Pernikahan menyingkap tabir rahsia

Isteri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Tidaklah setabah Fatimah


Justeru,
Isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya
cita-cita menjadi sholehah..
Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama


Isteri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Isteri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Isteri adalah murid, kamu mursyidnya
Isteri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya

Saat isteri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Setika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya

Seandai isteri tulang yang bengkok, berhatilah
meluruskannya…

Pernikahan atau perkahwinan menginsafkan kita,
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridlo ALLAH s.w.t
kerana
Memiliki isteri yang tak sehebat mana

Justeru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah SAW
Pun bukanlah Ali Bin Abi Tholib

Cuma
Suami akhir zaman yang berusaha menjadi SHOLEH….
Amin….

Wahai ISTERI pula…
renungkanlah

Pernikahan atau perkahwinan
membuka tabir rahsia

Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Nabi Muhammad SAW
Tidaklah setaqwa Nabi Ibrahim AS
Tidak setabah Nabi Ayyub AS
Tidak segagah Nabi Musa AS
Apalagi setampan Nabi Yusuf AS

Justeru
Suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya
cita-cita
membangun keturunan yang sholeh…

Pernikahan atau perkahwinan mengajar kita kewajiban
bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami nakhoda kapal, kamu pengemudinya
Suami bagaikan pelakon yang nakal, kamu adalah
penonton kenakalannya
Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur
singgahsananya
Sekita suami menjadi bisa, kamulah penawar ubatnya

Seandainya suami bengis lagi lancang, sabarlah
memperingatkannya…

Pernikahan ataupun perkahwinan mengajarkan kita
perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridlo ALLAH SWT
kerana
Memilik suami yang tak segagah mana..

Justeru
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam
menjaga
Bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi SHOLEHAH

Amin…

Justeru itu wahai SUAMI dan ISTERI
Jangan menuntut terlalu tinggi
Seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya

SUAMI dan ISTERI ingatlah:

Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah
Andai diri tidak semulia Rasulullah SAW
Tidak perlu isteri secantik Balqis
Andai diri tidak sehebat Nabi Sulaiman AS

Mengapa mengharapkan suami setampan Nabi Yusuf AS
Seandai kasih tak setulus Zulaikha
Tidak perlu mencari suami seteguh Nabi Ibrahim AS
Andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah….

copas dari blog temen >>

Malaikat Kecil ku

Assalamualaikum sayang...
sedang apakah gerangan disana?
di dalam perut bunda yg gelap gulita...

Insya Allah 4 bulan lagi ya kita bertemu...
bunda sudah taksabar ingin memelukmu, menciumimu, menggendongmu...
apalagi ketika kamu mengajak bunda bercanda...
dengan gerakan-gerakan kecilmu...
yang bikin bunda suka senyum sendiri...

Meskipun kadang bunda merasa kesepian, sendirian...
tapi bunda tau ada kamu, malaikat kecilku...
yang selalu menemani hari-hariku...

Hei malaikat kecilku..
terima kasih sudah jadi pelipur lara bunda..
terima kasih sudah jadi menemani bunda dimanapun..
terima kasih sudah mau jadi teman bunda bercerita...


Bunda akan sabar menunggumu nak...
sampai tiba saat kita dipertemukan...
sehat terus ya nak...
meskipun saat ini bunda hanya bisa melihatmu lewat alat itu...
doa bunda selalau menyertaimu..

16w 5d
[37:100] Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. 



Pontianak, 19w6d

Senin, 25 Maret 2013

Everything Gonna be Alright

AL-A’RAF 23:
Rabbana zalamna anfusana, wa illam tagfirlana, wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.

 " Ya Tuhan, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi"


AL-KAHFI 10:

Rabbana atina mil ladunka rahmah, wa hayyi' lana min amrina rasyada

"Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)"



Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghits
Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghits
Ya Hayyu ya Qayyum birahmatika astaghits

Aslih sya’ni kullahu wa la takilni ila nafsi tharfata ‘ainin

"Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Mengurus hamba-Nya… perbaikilah semua urusanku dan janganlah Engkau serahkan urusanku pada diri ini meski hanya sekejap mata"




Jumat, 22 Maret 2013

Life is a Choice

Wow..finally...setelah sekian lama 'hibernasi', akhirnya saya bisa juga nulis blog lagi, ini pun ditengah kegalauan menanti 'kepastian yang tertunda', hahaha...bahasanya agak sedikit alay ya :D

Yup, hidup emang benar-benar sebuah pilihan. Dimulai dari Oktober 2012 dimana saya mulai memutuskan untuk berhenti bekerja karena November 2012 saya mau menikah, dan calon suami bekerja nun jauh di pulau sana. Dan ternyata di saat seperti itu, tawaran kerja yang lebih menarik datang. Saya sempat bingung ketika menandatangani kontrak. Di benak saya saat itu yang terpikirkan adalah, bagaimana kalau saya ditempatkan jauh dari suami?padahal kami baru saja menikah? Dan ternyata Allah berkata lain, permintaan saya ke perusahaan untuk di tempatkan di kota yang sama dengan suami saya dipenuhi, dengan catatan selama 3 bulan training, setelah itu belum pasti penempatan dimana. Okelah, why not?yang penting 3 bulan ini bareng dulu, setelah itu baru kita pikirkan lagi 3 bulan mendatang, begitu pikiran saya dan suami saat itu.

Tak terasa 3 bulan berlalu, saya bisa lolos training tahap pertama. Betapa senangnya kami. Tapi ternyata ada kesedihan di balik itu. Saya harus ditempatkan di sebuah daerah di Jawa Timur, yang artinya saya harus berpisah dengan suami. Rasanya berat sekali saat itu. Baru 3 bulan, dan harus berpisah lagi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan. Setelah merenung panjang, suami memutuskan agar saya mencoba dulu. Akhirnya berangkatlah kami ke kota kecil itu. Suami saya menemani sampai hari Minggu. Setelah dia pergi, barulah terasa betapa tidak enaknya hidup sebagai suami istri tapi terpisah jarak. Saya mencoba bertahan. Untungnya lingkungan kerja saya di kota ini cukup menyenangkan. Seminggu berlalu, dan tak disangka tak diduga, rejeki lain datang. Saya hamil. Wow..rasanya antara senang dan sedih. Senang karena akhirnya yang ditunggu datang juga, sedih karena jauh dari suami.

Yah akhirnya setelah saya timbang-timbang, saya memutuskan untuk resign saja, demi kebaikan dan kesehatan sang calon buah hati. Saya yakin masih tersebar banyak rezeki Allah di luar sana untuk kami sekeluarga :)

Next time saya pengen banget sharing tentang kehamilan pertama saya ini. Tunggu yaa ;)

Jumat, 05 Oktober 2012

Finally..I Ate Sashimi

Yup..akhirnya saya berhasil nyobain apa yang namanya sashimi. Dari dulu pengen makan tapi ga ada yang jual di jogja (ato saya yang ga tau ya?:p).

Jadi, ceritanya ada Japaneses Fusion Restaurant yang baru buka cabang di Jogja. Namanya Sugoi Tei. Letaknya di Jalan Nologotaen 234 A. Balihonya terpasang besar banget di perempatan ring road Jalan Kaliurang. Walhasil tiap berangkat kerja,saya mau ga mau pasti ngeliat. Dan waktu pertama kali liat, kalau g salah bulan puasa kemarin, mata saya langsung terbelalak ngeliat apa aja yang dijual. Kalau sushi, ramen, katsu, suki uda pernah. Nah pas liat sashimi, uiiii..langsung deh kegirangan. Akhirnya bisa juga nyobain ni menu, dan dari feeling sih kayaknya ga terlalu mahal. Dan mulai detik itu, saya pun berjanji, begitu gajian, harus mencoba (-nasib buruh, jajan pun tunggu gaji-:p).

Singkat cerita, Jumat minggu lalu, saya pun janjian dengan Dhani, sahabat saya, untuk makan di Sugoi Tei hari Minggu malam. Tadinya sih kita janjian jam 6 sore, tapi karena satu dan lain hal akhirnya saya baru menjemput Dhani pukul 7 malam. Setelah muter-muter cari sesuatu sampai jam 1/ 2 9 malam, sampailah kita di Sugoi Tei. Letaknya di belakang Warung Ketela Merica (kalo ga salah). Mungkin sekitar 500m dari gapura Jalan Nologaten, kiri jalan. Kesan pertama waktu masuk kesana adalah, ewww..kayaknya harganya selangit nih, diliat dari kendaraan pengunjung yang rata-rata beroda 4 a.k.a mobil semua. Dan ternyata...emang mahal..hahaha..

Dan setelah bolak balik menu dan mengagumi tampilan yang sangat menggiurkan, kami memesan miso soup, tuna nigiri, kani roll, dan untuk minumnya kami pilih cold Ocha (yang murah :p). Dan inilah penampakannya..


Miso soup asli enak, apalagi dimakan pas dingin, hmmm sedaaaaap..


Tuna Nigiri, ini dia salah satu varian sashimi yang saya pesan. Saran saya sih, bagi yang ga tahan amis, jangan coba deh, karena biar baunya ga menyengat, tapi di mulut masih berasa amis khas tuna. Sashimi ini cocok banget dimakan pake kecap asin dan parutan jahe.


 Kani roll, enak lah..tapi standar aja, ga ada beda dari yang pernah saya makan, malah menurut kami (saya dan Dhani), lebih mirip californian roll :p


Oiya, sambil menunggu pesanan datang, ada free edamame nih buat kita

Dan ini dia bill kami...g terlalu mahal kan? :)
Hew...ga bisa di rotate


Tetep deh narsis :D